Provokatif ? tidak ?
Onani disini bisa saya artikan sebagai kegiatan untuk memuaskan diri sendiri. Bisa dengan segala macam hal, makan, koleksi barang, hingga sampai hal2 yang berbau seks.
Onani disini adalah sesuatu yang bersifat private. Tidak untuk ruang publik. Kenapa ? Karena saya menganggap bahwa Onani bisa mengganggu ketentraman. HAHA. Kenapa bisa mengganggu ketentraman ? Sikap dan tingkah memuaskan diri sendiri sering kali tidak sejalan dengan kenyamanan atau keinginan orang2 pada umumnya. contoh kecil, pacaran, lalu sayang2an seakan2 Jack dan Rose dari Titanic. anda pasti senang, pacar anda juga. Tapi orang lain pasti risih.
Anda suka ngebut. Cobalah ngebut di jalan raya. Pasti kalo ga nabrak, paling ringan diteriakin binatang sama bapak yang motornya anda salip.
di era digital sekarang ini, terutama dengan hadirnya forum, ataupun blog, ruang privat dan ruang publik seakan2 membaur. Blog bisa dibaca oleh semua orang, tapi kita bebas nulis apa aja yang kita mau, sesuka hati kita. Onani ? bisa dibilang. Karena mungkin ada beberapa orang iseng yang mencaci maki anda di blog anda sendiri, karena tidak suka atau tidak setuju dengan tulisan anda.
Forum. Saya jadi ingat sebuah forum dimana saya suka mampir disana. Hal2 yang di bahas di forum kebanyakan bersifat publik. Tapi tidak menutup kemungkinan ada orang2 yang memanfaatkannya untuk onani. Ada sebuah sub forum disana yang mungkin jadi ajang orang onani, isinya hanya satu kelompok tertentu saja. Ada orang yang menegur, well, malah si penegur ini yang dimusuhi....
Saya tidak menyalahkan siapapun, saya tidak menghadirkan pendapat saya, saya cuma menghadirkan fakta yang terjadi. Dan imbas dari dunia digital pada kehidupan kita. Dimana ruang publik dan ruang privat berbaur. Dan apa yang kita lakukan, bisa saja dianggap Onani di depan umum di dunia maya ini. Termasuk juga tulisan yang anda baca ini.
Apakah saya Onani ? Kalau iya, bebas2 lah menghujat saya :)
Senin, 29 September 2008
Rabu, 20 Agustus 2008
Keragaman
Keragaman adalah fitrah, keragaman adalah anugrah.
Saya tidak sedang bicara soal Agama. Tidak juga bicara soal preferensi politik.
Tapi saya bicara soal musik.
Jangan harap saya akan mencaci maki kangen band. Mereka sudah jauh lebih membaik sekarang.
Dan tidak juga saya akan mencaci maki Ahmad Dhani yang kabarnya sering menjiplak lagu. Soal itu tanyakan saja kepada yang bersangkutan.
Saya hanya ingin mengomentari keragaman dalam musik. Secara sadar atau tidak sadar, ketika kita memutar radio atau menonton tv, kita sering melihat lagu2 yang seperti itu melulu. Band A sama Band B lagunya tipenya sama, apalagi sama Band C. Dan fenomena ini pun terjadi mungkin tidak hanya pada musik Indonesia. Lihat MTV pun sama saja. Rapper A tipenya mirip dengan rapper B.
Mereka tidak membuat musik yang buruk, buktinya banyak yang suka kan ? Itu ciri2 musik yang bagus.
Tapi saya menyadari bahwa keberagaman kurang terlihat. Frekuensi kemunculan musik yang "berbeda" dengan musik yang sering muncul di televisi kurang banyak.
Perlu diakui memang keberagaman dalam musik kurang diterima. Saya sering menerima keluhan dari teman2 saya yang diprotes temannya karena mendengarkan Jazz atau Metal di mobil. "Dengerin yang manusiawi dikit kek !" begitu kata teman2 mereka.
Saya tentu saja tidak bisa menyalahkan orang yang protes pada teman2 saya itu. Karena selera adalah soal pribadi dan tidak ada selera yang lebih baik atau lebih buruk. Mau suka dangdut atau suka klasik sama saja, wong sama2 musik kok. Notnya masih doremi.
Namun yang disesalkan adalah perkataan dan protes mereka. "Perbedaan" yang dimiliki oleh teman2 saya itu dianggapnya aneh. Dianggapnya tidak bersahabat. Well... padahal kalau mendengarkan musik yang "berbeda" gak juga jadi galak kan orangnya.
Ya disini saya tidak bisa memaksa pihak televisi untuk lebih sering menayangkan musik yang "berbeda" dengan yang kebanyakan muncul di tivi. Tapi mungkin kita bisa memulai dari diri kita sendiri. Bagi penyuka musik yang "beda" janganlah anda menghina musik yang umum, tidak berhak bagi kita untuk merendahkan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan selera kita. Buat penyuka musik yang "umum" mungkin jangan menganggap aneh penggemar musik yang "beda, dan ga ada salahnya untuk sedikit mencoba mendengarkan, siapa tahu anda jadi suka :)
Musik, walau bagaimanapun, intinya adalah mengungkapkan perasaan. Tidak mungkin perasaan semua orang sama. Oleh karena itu tidak mungkinlah selera musik semua orang sama. Hormatilah orang yang berbeda selera musik dengan anda. Hormatilah keragaman.
Saya tidak sedang bicara soal Agama. Tidak juga bicara soal preferensi politik.
Tapi saya bicara soal musik.
Jangan harap saya akan mencaci maki kangen band. Mereka sudah jauh lebih membaik sekarang.
Dan tidak juga saya akan mencaci maki Ahmad Dhani yang kabarnya sering menjiplak lagu. Soal itu tanyakan saja kepada yang bersangkutan.
Saya hanya ingin mengomentari keragaman dalam musik. Secara sadar atau tidak sadar, ketika kita memutar radio atau menonton tv, kita sering melihat lagu2 yang seperti itu melulu. Band A sama Band B lagunya tipenya sama, apalagi sama Band C. Dan fenomena ini pun terjadi mungkin tidak hanya pada musik Indonesia. Lihat MTV pun sama saja. Rapper A tipenya mirip dengan rapper B.
Mereka tidak membuat musik yang buruk, buktinya banyak yang suka kan ? Itu ciri2 musik yang bagus.
Tapi saya menyadari bahwa keberagaman kurang terlihat. Frekuensi kemunculan musik yang "berbeda" dengan musik yang sering muncul di televisi kurang banyak.
Perlu diakui memang keberagaman dalam musik kurang diterima. Saya sering menerima keluhan dari teman2 saya yang diprotes temannya karena mendengarkan Jazz atau Metal di mobil. "Dengerin yang manusiawi dikit kek !" begitu kata teman2 mereka.
Saya tentu saja tidak bisa menyalahkan orang yang protes pada teman2 saya itu. Karena selera adalah soal pribadi dan tidak ada selera yang lebih baik atau lebih buruk. Mau suka dangdut atau suka klasik sama saja, wong sama2 musik kok. Notnya masih doremi.
Namun yang disesalkan adalah perkataan dan protes mereka. "Perbedaan" yang dimiliki oleh teman2 saya itu dianggapnya aneh. Dianggapnya tidak bersahabat. Well... padahal kalau mendengarkan musik yang "berbeda" gak juga jadi galak kan orangnya.
Ya disini saya tidak bisa memaksa pihak televisi untuk lebih sering menayangkan musik yang "berbeda" dengan yang kebanyakan muncul di tivi. Tapi mungkin kita bisa memulai dari diri kita sendiri. Bagi penyuka musik yang "beda" janganlah anda menghina musik yang umum, tidak berhak bagi kita untuk merendahkan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan selera kita. Buat penyuka musik yang "umum" mungkin jangan menganggap aneh penggemar musik yang "beda, dan ga ada salahnya untuk sedikit mencoba mendengarkan, siapa tahu anda jadi suka :)
Musik, walau bagaimanapun, intinya adalah mengungkapkan perasaan. Tidak mungkin perasaan semua orang sama. Oleh karena itu tidak mungkinlah selera musik semua orang sama. Hormatilah orang yang berbeda selera musik dengan anda. Hormatilah keragaman.
Label:
musik
Langgan:
Entri (Atom)





